Sabtu, 31 Maret 2018

Tanaman dan Manusia

Hubungan manusia dengan lingkungan merupakan hubungan kausal, saling berbalas, penyebab dan dampak. Hubungan manusia dengan lingkungan juga hubungan filosofis, sangat dalam, penuh makna, dan bisa jadi tak terurai oleh kata semata. Hubungan manusia dengan lingkungan, hubungan saling menguatkan, saling menjaga, saling melindungi. Hubungan alam dengan manusia bukan hanya hubungan persona tapi juga komunal yang melibatkan komunitas, kelompok, etnik, bangsa, hingga kemanusiaan. 



Hubungan ini yang ingin ditemukenali oleh 40-an Mahasiswa peserta Mata Kuliah Antropologi Budaya dari Unhas. Selama dua hari antara 24-26 Maret 2018, mereka stay di Rumah Hijau Denassa (RHD). Mereka bukan sekedar berkunjung menemui seorang kakak, tapi ingin informasi lebih  tentang hubungan itu, khususnya bagaimana manusia memperlakukan kekayaan hayati. Demikian juga sebaliknya bagaimana masa depan kekayaan hayati (flasma nutfah) kita dibawah hegemoni manusia milenial.

Mahasiswa Sastra Indonesia Unhas, peserta Mata Kuliah
Antropologi Budaya di Pelataran Mappasomba,
Rumah Hijau Denassa (RHD) 24.03.2018
Tanaman dan Filosofinya sebagai Pendamping

Pernah kita bayangkan bagaimana jika tak ada tanaman? Jika belum kita cukup mengunjungi suatu area tanpa pohon, lalu rasakan disana saat terik, saat hujan, saat malam, dan waktu lainnya. Tanpa tanaman hidup manusia akan serba bermasalah, bahkan akan menjadi pintu masuk kepunahan.

Pohon bukan sekedar memberi kita bunga, buah, daun, batang, kayu, dan akar lebih dari itu pohon diciptakan agar menjadi rantai utama siklus udara. Pernahkah kita berhenti sejenak memikirkan kebutuhan lain, lalu fokus merenungkan mengapa pohon butuh CO2 dan kita memerlukan oksigen.

berlanjut....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar